Rabu, 13 Mei 2009
Rabu, 03 September 2008
Dokumentasi Keluargaku

Kel. Tumbelaka Bonita

Marsha B'gaya (ketika umur 17 bulan)
Menikah tgl, 24 September 2005
Pertemuan dua insan, dua latar belakang budaya dan daerah yang berbeda. Disatukan dalam satu ikatan pemberkatan nikah yang kudus dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala gereja dan Kepala suami.
Ketika Marsha umur 2bulan dalam kandungan.
Nathan = buah hati dari perkawinan Pitoyo Chandra (alm) & Diana Tumbelaka (adik ketiga dari Kel. Tumbelaka Piri. Ketika didokumentasikan Nathan tengah berumur kr2 1 tahun 9 bulan.
Nathan nge-dot!
Bonita n Diana
Mama Diana dan Nathan


Wisuda Christiana Bonita
S1 Teologi di Institut Teologi I (INTI)
14 Agustus 2008
Bersama Bapak dan Ibu dari Purwokerto

Si cuantik telah berhasil menempuh perkuliahan selama 4 tahun.
Selamat untuk mama yang kami sayangi. From Papa n Marsha
Mau gimana jg, tetap cuantiq, he..he..
Jumat, 27 Juni 2008
Ratatotoku, desaku..!
Sejumlah wilayah di Kabupaten Mitra hingga kini masih kesulitan mendapatkan akses pendidikan, karena keter-batasan sekolah. Salah satunya adalah Kecamatan Rata-totok Selatan, yang sejak dimekarkan pada 1998 lalu hingga kini tak memiliki satupun gedung sekolah. Hm... teringat masa-masa sulit sewaktu saya sekolah dulu... seharusnya pendidikan (gedung dan prosesnya) sudah semakin baik dibanding dengan kira-kira 20 tahun lalu. Rupanya status desa dari desa berubah jadi kecamatan belumlah menyentuh dunia pendidikan yang ada di desaku. |
Kamis, 26 Juni 2008
Ratatotok, tempat lahirku
Ratatotok, Minahasa Tenggara
Ratatotok ketika saya lahir (18 Juli 1976) merupakan salah satu desa yang kecil, dan karena kecilnya setiap orang dari ujung ke ujung Ratatotok saling mengenali dan bila ada orang baru pastinya mudah dan cepat untuk dikenali. Ratatotok belumlah kecamatan ketika itu, kecamatan desa ini adalah Belang, Kabupaten Minahasa saja, termasuk Propinsi Sulawesi Utara. Gambaran lain mengenai tempatku ini :
- Jalan rayanya masih belum diaspal, bisa dipakai untuk tempat bermain kasti selama berjam-jam tanpa takut kendaraan lewat. Soalnya kendaraan termahal ketika itu adalah yang biasa disebut roda (semacam kotak empat persegi berroda 2 yang ditarik oleh satu atau dua sapi). Adapun mobil kebun sekali-kali bisa lewat, itupun bisa dihitung tidak lebih dari lima jari.
- Rumah-rumah penduduk pada umumnya masih terbuat dari bahan sederhana, seperti kayu hutan yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu (oleh orang setempat biasa disebut pitate), sehingga sekali-kali bila ada penduduk yang mau pindah alamat, rumah tersebut bisa diangkat secara mapalus (gotong-royong).
- Secara spesifik, rumah tempat saya tinggal pun masih terbut dari bahan kayu, anyaman bambu, beratap katu (dari dahan pohon rumbia). Rumahku hampir berdekatan dengan sungai yang tidak berjembatan. Setiap mobil atau kendaraan lainnya mau lewat harus melalui sungai ini, sehingga bila terjadi air pasang, tempat ini bisa menjadi tempat yang ramai oleh sejumlah mobil yang menunggu surutnya air.
- Sebagian temanku terkadang mendapatkan pemasukan uang lewat jalan sungai ini. Mengapa tidak? Jalan yang dasarnya tanah sudah tentu bisa becek bila turun hujan dan air menjadi. Ketika hujan berhenti, dan air mulai surut mobil yang akan lewat tidak semua bisa lewat dengan mulus karena kondisi jalan yang becek. Kondisi ini dipakai sebagai kesempatan mendapatkan uang dengan cara memadatkan jalan dan mendorong mobil melewati sungai dan becek.
- Ingatan yang mendalam tentang indahnya desaku ini dan bagaimana pengalaman-pengalaman yang indah ketika saya berumur kira-kira 3 tahun.
- Gambaran-gambaran keindahan desa mencolok ketika hari raya tiba. Ada beberapa hari raya yang biasa kami rayakan: 1) Hari Raya Pengucapan, yaitu hari ucapan syukur setelah menuai cengkeh (penghasilan sebagian besar masyarakat desa ini). 2) Hari Raya Gerejawi, seperti Natal dan sambut Tahun Baru, hm... very...2 nice n it is my memory.
Penjelasan mengenai desaku yang kucintai ini, khususnya dalam perkembangannya, sama seperti yang dijelaskan dalam web di bawah ini:
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| Provinsi | Sulawesi Utara |
| Kabupaten | Minahasa Tenggara |
| Camat | - |
| Luas | - km² |
| Jumlah penduduk | - |
| - Kepadatan | - jiwa/km² |
| Desa/kelurahan | - |
Ratatotok adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Indonesia.
Senin, 23 Juni 2008
Mau Nonton TV Indonesia yg jarang Buffering?
Caranya sederhana:
1. Pilih TV by Country (dalam hal ini pilih Indonesia dalam kotak Please select your country)
2. Selanjutnya pilih salah satu tv yang akan Anda tonton:
|
|
| ||||||
|
|
|
3. Pastikan bahwa real player ter-install dengan baik. Perlu diperhatikan masing-masing stasiun tv dalam situs ini memakai aplikasi multimedia masing-masing, pastikan bahwa aplikasinya sudah terinstal dengan baik. Namun bila belum ada aplikasi yang dibutuhkan Anda perlu mendownloadnya, misalnya saya mau nonton tv RCTI tapi tidak mempunyai aplikasi real player maka yang harus saya lakukan adalah mengklick sesuai perintah pada tampilan sbb:
| Click here if you cannot watch RCTI - RealPlayer |
PESAN saya:
- Tontonlah hanya hal-hal yang Anda yakin mendatangkan manfaat untuk membangun diri Anda dan bukan menghancurkan.
- Jagalah hatimu lebih daripada harta berharga apa pun (dengan segala kewaspadaan), karena dari situlah terpancar kehidupan.
